situs slot gacor
mahjong

ITB Usai Viral Video Lama Mahasiswa Nyanyi Lagu Muatan Pelecehan

ITB Usai Viral Video Lama Mahasiswa Nyanyi Lagu Muatan PelecehanMedia sosial baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya sebuah video lawas yang memperlihatkan penampilan Orkes Semi Dangdut (OSD) dari Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut Teknologi Bandung (ITB) . Video yang berdurasi 3 menit 55 detik ini pertama kali diunggah oleh akun X @iPoopBased pada Senin (13/4/2026) dan langsung viral dengan tayangan mencapai 3,6 juta kali .

Kontroversi muncul dari penggalan lirik lagu berjudul “Erika” yang dinyanyikan dalam video tersebut. Lirik yang berbunyi “Erika buka celana, sambil bawa botol Fanta, siapa mau boleh coba” dinilai publik mengandung unsur objektifikasi dan pelecehan verbal terhadap perempuan .

Permintaan Maaf HMT ITB

Menanggapi gelombang kritik yang muncul, Himpunan Mahasiswa Tambang ITB segera mengambil sikap. Melalui pernyataan resmi yang dimuat di laman ITB pada Rabu (15/4/2026), HMT ITB menyampaikan permohonan maaf secara terbuka .

Dalam pernyataannya, HMT ITB mengakui kelalaian mereka. OSD HMT ITB sendiri telah berdiri sejak tahun 1970-an, sementara lagu “Erika” diciptakan pada era 1980-an . “Kami menyadari bahwa ini merupakan suatu kelalaian untuk tetap menampilkan lagu tersebut dengan perkembangan norma sosial dan kesusilaan di masyarakat dewasa ini,” tulis HMT ITB .

HMT ITB juga menegaskan bahwa mereka tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun. Organisasi ini juga menyampaikan empati mendalam kepada masyarakat, khususnya perempuan, atas keresahan yang ditimbulkan .

Langkah Konkret HMT ITB

Sebagai tindak lanjut, HMT ITB telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk segera menurunkan (take down) konten video dan audio dari kanal resmi organisasi serta akun-akun terafiliasi, termasuk video lama yang kembali beredar di masyarakat .

Selain itu, mereka juga melakukan evaluasi internal secara menyeluruh terhadap konten, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan. HMT ITB berjanji akan meninjau kembali standar dan pedoman kegiatan organisasi agar selaras dengan nilai-nilai etika yang berkembang di lingkungan Kampus ITB dan masyarakat .

Sikap Resmi Kampus ITB

Pihak kampus ITB melalui Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Nurlaela Arief, buka suara terkait peristiwa ini. ITB menyatakan memandang peristiwa ini sebagai momentum penting untuk memperkuat budaya kampus yang menjunjung etika .

“ITB memandang peristiwa ini sebagai momentum penting untuk memperkuat budaya kampus yang menjunjung etika, penghormatan terhadap martabat manusia, serta pencegahan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual verbal,” ujar Nurlaela .

Langkah Pencegahan dan Pembinaan ITB

Pasca insiden ini, ITB mengambil sejumlah langkah strategis untuk memperkuat pembinaan mahasiswa:

1. Kampanye Etika Komunikasi dan Berpenampilan

ITB melalui Direktorat Persiapan Bersama (Ditsama) menggiatkan kampanye etika berpenampilan dan etika komunikasi mahasiswa. Kampanye ini menekankan pentingnya sikap sopan, saling menghormati, serta tanggung jawab dan kedewasaan mahasiswa dalam berkomunikasi di lingkungan akademik .

2. Penguatan Literasi Media Sosial

Mahasiswa didorong untuk lebih bijak, kritis, santun, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. ITB mengingatkan mahasiswa untuk menyampaikan pendapat secara konstruktif, memeriksa kebenaran informasi, serta menghindari serangan terhadap pihak lain .

3. Optimalisasi Satgas PPK

ITB juga telah membentuk dan mengoptimalkan peran Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) yang menjangkau seluruh kampus ITB di Ganesha, Jatinangor, Cirebon, dan Jakarta. Satgas ini berperan dalam memperkuat sosialisasi, pencegahan, serta menyediakan kanal konsultasi dan pelaporan bagi warga kampus .

Edukasi terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (PPKS) juga telah menjadi bagian dari pembinaan mahasiswa baru ITB, yang dipadukan dengan informasi pelayanan kesehatan di lingkungan kampus .

Reaksi Publik dan Pengamat

Peristiwa ini mendapat sorotan luas dari masyarakat. Banyak warganet yang mengkritik keras konten tersebut, mengingat mahasiswa seharusnya mencerminkan nilai-nilai akademis yang luhur .

Pegiat isu kekerasan seksual dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Susanti Ainul Fitri, menilai kegiatan berekspresi mahasiswa di lingkungan kampus seharusnya tetap berpijak pada nilai kesantunan dan kesetaraan gender. Menurutnya, lirik lagu “Erika” tidak selaras dengan sikap penghargaan terhadap martabat perempuan dan merupakan bentuk pelecehan verbal .

Pelajaran Penting bagi Seluruh Civitas Akademika

Kasus ini menjadi pengingat bahwa lingkungan kampus harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh sivitas akademika. ITB menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara sosial, kuat secara etika, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan .

Kampus diharapkan tidak hanya fokus mencetak lulusan dengan kompetensi ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki nilai-nilai akhlak dan penghargaan terhadap kesetaraan gender . Insiden ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat pembinaan karakter dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan akademik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version